14 Mar
28

Program Kukerta, UIN SMH Banten Rencana ke Papua

Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin (SMH) Banten berencana untuk ke Papua. Hal itu merupakan program Bidang Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) ke Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Papua.

Rektor IAIN Papua Idrus Al Hamid yang didampingi Wakil Rektor III dan Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) IAIN Papua Fattahul Muluk, mengadakan pertemuan dengan pihak kampus UIN SMH Banten. Hadir dalam pertemuan ini Rektor UIN Banten, Wakil Rektor II dan pihak LP2M UIN Banten.

Sekretaris LP2M Suhaedi mengatakan, kegiatan yang digagas oleh pihak kampus yang bekerja sama dengan IAIN Papua ini akan terus dilanjutkan dan terus bergerak. Dilaksanakannya kerja sama ini bertujuan untuk pembelajaran wawasan kebangsaan bersama masyarakat Merauke di Pedalaman Papua, serta menjalin kolaborasi pengabdian kepada masyarakat, dosen dan mahasiswa berbasis pendampingan komunitas.

“Mahasiswa yang akan berangkat berjumlah lima orang, yang dilaksanakan selama 20 hari bersama masyarakat Papua. Nanti akan langsung didampingi seorang Dosen Pembimbing Lapangan (DPL),” ucapnya, Rabu (27/2/2019).

Dia mengatakan, Kukerta Kolaborasi Nusantara ini akan disosialisasikan ke mahasiswa dan dosen pada Maret hingga Juni 2019. Pendaftaran Kukerta akan dilakukan pada 1 hingga 12 Juni.

“Sebelum pelaksanaan kukerta, pihak IAIN Papua akan kembali diundang untuk mengisi pembekalan lapangan, mengenai kondisi dan situasi masyarakat Pedalaman Raja Empat yang akan dilaksanakan pada 24 Juli mendatang,” katanya.

Dia berharap, dengan Kukerta Nusantara ini mampu memberikan pembelajaran wawasan kebangsaan, bahwa Indonesia ini terbentang dari Sabang sampai Merauke. Selain itu, sivitas akademisi UIN Banten hadir di Papua untuk menegaskan bahwa akademisi mampu menghilangkan rasa takut, yang tak dibayangkan sebelumnya untuk hidup bersama masyarakat Pedalaman Raja Ampat Papua.

Rektor IAIN Papua Idrus Al Hamid mengatakan, kerja sama ini bertujuan untuk membantu mengenalkan budaya, dan keIslaman yang ada di Papua.

“Program ini untuk menunjukkan, bahwa Indonesia ini bukan hanya sampai Pulau Jawa, tapi hingga Papua juga. Jadi, mahasiswa yang melakukan kukerta di lokasi, mampu merasakan proses belajar mengajar di sana,” tuturnya.

Dia menjelaskan, ada beberapa titik lokasi yang akan menjadi tempat Kukerta mahasiswa di Papua. Di antaranya Wamena, Sorong, Fakfak, Raja Ampat hingga Jayapura. Selain pelaksanaan kukerta nusantara, pihaknya juga mengajukan untuk dibangunnya Papua Corner di kampus UIN, untuk benar-benar mengenalkan apa saja produk dan budaya yang ada di Papua.

“Ke depan, kerja sama UIN Banten dan IAIN Papua tidak hanya kukerta, tapi juga akan saling membangun baik Papua Corner maupun Banten Corner di kampus masing-masing, dengan tujuan untuk saling bertukar pikiran dalam bentuk perpustakaan,” ucapnya. (KB)