14 Mar
531

Fakultas Syariah UIN SMH Banten Ajukan Visitasi Akreditasi Jurusan HTN

Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin (SMH) Banten mengajukan visitasi akreditasi untuk tiga jurusannya, yakni Hukum Ekonomi Syariah (HES), Hukum Keluarga Islam (HKI), dan Hukum Tata Negara (HTN).

Untuk pengajuan tersebut, tim asesor dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) melakukan visitasi akreditasi, Jumat (22/2/2019). Tim yang melaksanakan visitasi, yaitu dari UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Ahmad Yani Anshori dan dari UIN Raden Fatah Palembang Paisol Burlian.

Dekan Fakultas Syariah Yusuf Soemawinata dalam sambutannya menjelaskan, saat ini Fakultas Syariah memiliki tiga jurusan, yaitu HES, HKI, dan HTN. Semuanya terakreditasi B. Namun, akreditasi yang dimiliki ketiga jurusan tersebut, sudah habis tahun ini, oleh karena itu Fakultas Syariah mengajukan borang akreditasi ke BAN-PT.

“Tahun ini, visitasi dimulai dengan jurusan HTN, untuk HKI, dan HES, akan mulai diajukan pada bulan Maret,” katanya.

Visitasi akreditasi, ujar dia, merupakan hal yang sangat penting dalam kemajuan perguruan tinggi. Dengan adanya visitasi tersebut, diharapkan mampu meningkatkan kualitas pendidikan, administrasi hingga sarana prasarana Kampus UIN Banten terutama Fakultas Syariah.

“Selama ini, Fakultas Syariah terus berupaya meningkatkan nilai akreditasi, baik fakultas maupun jurusan, salah satunya dengan kegiatan workshop, dengan mengundang narasumber dari luar,” ucapnya.

Asesor dari UIN Sunan Kalijaga Ahmad Yani Anshori menuturkan, hal tersebut merupakan kali ke empat dia hadir di UIN Banten, dalam rangka visitasi akreditasi mulai dari akreditasi IAIN hingga akreditasi UIN yang ke semuanya, dinilai sudah mulai meningkat.

Ia menjelaskan, di dalam borang program studi, ada 155 butir poin penilaian, yang dinilai, dan yang 55 tipenya merupakan data kuantitatif, yang merupakan hasil unggahan sapto yang diisi oleh program studi itu sendiri dalam bentuk excel. Selain itu, 100 poin sisanya, adalah data kualitatif yang didalamnya juga terdapat data kuantitatif, seperti matrik, pedoman hingga data.

“Dalam data kuantitatif, semua itu sudah sangat menentukan kualitas program studi apakah layak meningkat akreditasinya atau harus terus ditingkatkan,” tuturnya. (KB)