11 Mei
1148

Pascasarjana kaji Wisata berbasis syari’ah

Setelah diresmikannya  kawasan Ekonomi  Eksklusif (KEK) oleh Presiden Joko Widodo  pada tahun 2015, Kawasan Wisata Tanjung Lesung mulai mendapat sentuhan dari berbagai pihak, tidak terkecuali IAIN SMH Banten. Pada kamis 10 Maret, Pascasarjana hadirkan Direktur Jendral Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Prof Dr HM Ahman Sya sebagai pembicara Studium General  XI dengan tema  Strategi Pembangunan Ekonomi ummat  berbasis  Pariwisata Syariah. Tema tersebut diusung sebagai salah satu  jawaban masyarakat Banten yang tengah menghadapi lonjakan wisatawan baik dari domestik maupun internasional. Selain itu diharapkan dapat menjawab pemahaman lain bahwa  pariwisata tidak identik dengan  alkohol, diskotik, dan sejenisnya. Dengan kuliah umum diharapkan dapat menginspirasi dan menstimulasi masyarakat lokal  dapat berperan aktif dalam dunia pariwisata, sehingga mampu mewarnai karakter pariwisata di Banten, Ahman Sya  dalam pemaparannya mengatakan bahwa pengembangan pariwisata tidak hanya ditinjau dari segi potensi  fisik, akan tetapi latar belakang masyarakat setempat menjadi salah satu faktor yang harus diperhitungkan.
Sementara itu, Direktur Pascasarjana  Prof Dr H Utang Ranuwijaya MA mengemukakan bahwa Pariwisata Syari’ah merupakan pariwisata yang serba halal, tidak ada lagi yang namanya minumar keras, seks bebas, narkoba dan sebagainya, sehingga pariwisata benar-benar  mencerminkan  nilai-nilai keindahan, keamanan dan pembelajaran atas  ciptaan Allah.  
Dunia pariwisata di Banten memiliki  great yang sama dengan Jakarta, meski demikian dunia pariwisata Banten mestinya memiliki ciri tersendiri sebagaimana karakter masyarakat Banten yang lebih relijius dan resistan terhadap budaya asing. Karenanya, saat ini pengemba-ngan wisata syari’ah harus dimulai, baik dalam bentuk wisata reliji seperti ziarah-ziarah ke beberapa  situs sejarah para ulama, pahlawan dan beberapa tempat yang memiliki  nilai-nilai wisata syari’ah lainnya, demikian harap Utang.
kuliah umum yang dihadiri ratusan mahasiswa dan dosen berlangsung meriah dan banyak dihujani berbagai pertanyaan di ujung acara.